Detail Cantuman Kembali
Pemantauan Perubahan Garis Pantai Di Muara Sungai Cisadane Kab. Tanggerang Dengan Menggunakan Citra.
Daerah sekitar muara sungai Cisadane merupakan salah satu daerah estuaria yang mempunyai pola pergerakan sedimen yang relatif besar dan kedalaman air di dekat pantai umumnya tidak begitu dalam pada bagian pesisir pantai dan semakin dalam ke arah laut. Kondisi lahan pantainya banyak ditumbuhi bakau dan timbulnya pertambakan baru. Untuk mengamati daerah pesisir yang luas dengan perubahannya diperlukan data yang memadai dan baik. Salah satu teknik yang sangat tepat digunakan untuk pemantauan wilayah pesisir adalah penginderaan jauh dengan sensor Thematic Mapper. Penelitian ini dilaksanakan di sekitar muara sungai Cisadane pada posisi 106°32'58.7" - 106°43'0.69" BT dan 05°49'59.61" - 06°00'0.05" LS. Penelitian ini bertujuan untuk memantau perubahan garis pantai di sekitar muara sungai Cisadane dengan menggunakan citra satelit Landsat-TM tahun 1998, 1990 dan tahun 1992. Dari hasil analisis ini dapat diketahui bahwa selama kurun waktu tahun 1988 sampai tahun 1992 daerah muara sungai Cisadane mengalami perubahan maju (akresi) dan perubahan mundur (abrasi) terutama akibat menipisnya hutan bakau menjadi tambak dan perubahan kondisi lingkungan perairan pantai akibat sedimentasi. Dari hasil perhitungan secara digital diperoleh luas perubahan garis pantai yang terjadi dan dengan didukung oleh data lapangan maka sebab-sebab terjadinya perubahan garis pantai dapat diketahui.
625.00.93 Yun P
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2000
Surabaya
xii, 72 p. : ill. ; 29 cm.
LOADING LIST...
LOADING LIST...







